Diet Sehat ala Rasulullah

yummy“Cantik adalah tubuh langsing!” Inilah paradigma yang terjadi tidak  hanya pada sebagian besar wanita, namun juga laki-laki. Oleh karenanya banyak wanita, baik dengan keinginannya sendiri maupun permintaan orang di sekitarnya menjalani diet untuk mendapatkan postur tubuh ideal. Mengurangi jumlah makanan, obat pelangsing, sedot lemak semua dilakukan, sampai mereka berkata, “beautiful is pain“.

Dan bagaimana hasilnya? Alih-alih menjadi langsing, diet yang salah membuat tubuh sakit atau bahkan semakin melar. Diet seharusnya tidak hanya untuk mendapatkan postur tubuh ideal, melainkan juga mengatur pola makan demi menjaga kesehatan. Namun kebanyakan orang berpostur ideal merupakan oarang yang memiliki tubuh sehat. Tubuh yang terlalu kurus maupun tubuh yang terlalu gemuk kedua-duanya ialah salah satu ciri-ciri orang yang rentan terhadap resiko terjadinya penyakit.

Banyak orang melakukan diet dengan menyingkirkan makanan tertentu yang dianggap sebagai musuh diet. Padahal tubuh tetap membutuhkan keseimbangan nutrisi sekalipun saat diet. Baik karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat, air, dan oksigen sangat penting artinya bagi tubuh. Tubuh membutuhkan 30 gram protein sehari. Protein digunakan oleh tubuh untuk pembentukan dan pertumbuhan sel-sel tubuh. Tidak ada salahnya memakan daging, susu, padi-padian, dan kacang-kacangan selama tidak berlebihan. Perhatikanlah jumlah lemak yang dibutuhkan oleh tubuh, yaitu 50 gram sehari. Tidak semua lemak itu jahat. Selain itu, banyak nutrisi yang bisa diserap tubuh jika terlarut dalam lemak.

Nah, ukhti, mungkin sebagian dari kita banyak yang mencari-cari sumber lain untuk mendapatkan informasi mengenai cara berdiet yang benar. Padahal sebenarnya, Rasulullah telah mencontohkan hal tersebut secara rinci dan jelas.  Mereka yang mematuhi kebiasaan makan menurut Islam akan sehat, dan mereka yang meniru cara makan orang Barat yang buruk akan sakit. Kebiasaan sehat dalam adab makan Islam seharusnya ditiru oleh masyarakat Barat.

“Sumber dari segala obat adalah menjaga makanan.” (Hadist)

“1/3 perut untuk makanan, 1/3 nya lagi untuk minuman, dan 1/3 sisanya untuk udara.”

Kita mungkin sudah akrab dengan diet anjuranRasul yang satu ini. Bissa jadi kita lakukan atau kita abaikan. Namun, tahukah ukhti, kalau berbagai penelitian masa kini menemukan bahwa diet tersebut dapat memperpanjang umur seseorang? Ya, diet itu sekarang dikenal dengan diet calorie-restriction.

Pada masa Rasulullah, ada seorang tabib yang dikirim dari Mesir ke Madinah sebagai tanda persahabatan. Namun, delapan bulan kemudian, tabib ini akhirnya pulang lagi ke Mesir. Bukan karena ia tidak betah, justru ia sangat akrab dan dikenal baik oleh masyarakat di Madinah. Ia pergi karena selama delapan bulan ia bertugas di Madinah tak ada satupun orang sakit yang datang untuk berobat ke tempat prakteknya.

Sedangkan di Mesir, jasanya mungkin lebih dibutuhkan. Sebelum pulang, tabib ini berpamitan kepada Rasulullah dan bertanya pada beliau apa rahasia umat Rasulullah selalu terlihat sehat dan tak pernah sakit. Maka Rasulullah menjawab, “Kami adalah umat yang tidak makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.”

Ukhti yang disayang Allah karena mampu menjaga badannya, mungkin kita merasa lebih jelek dan tidak menarik saat berat badan bertambah tak henti-hentinya. Lalu dengan susah payah melakukan semua caar untuk mendapatkan berat ideal. Tapi sebenarnya, jika kita sehat dengan badan gemuk itu, lantas kenapa lagi? Bukankah semakin kita mencoba untuk kurus itu pertanda bahwa kita kurang bersyukur?

Ukhti pasti tahu, bahwa di luar sana banyak sekali wanita-wanita yang bertubuh sangat kurus berusaha sekuat tenaga untuk menaikkan berat badannya, makan apa saja, minum susu penambah berat badan, dan lain sebagainya. Namun, jika memang dasarnya sudah kurus, mau diapakan juga akan tetap seperti itu.

Maka dari itu, tugas kita sekarang bukanlah melakukan hal apa saja untuk menurunkan berat badan, melainkan menjaga pola hidup sehat seperti Rasulullah. Karena jika kita menerapkannya, berat badan ideal itu  pasti akan kita peroleh sebagai hadiah. Dengan catatan harus ikhlas karena Allah. Jika kita memaksakan diri untuk diet hanya karena takut menjadi tidak menarik, Allah justru akan semakin menjauhkan kita dari apa yang kita inginkan.

Semangat ukhti ^^

(ISM & NAP)

About UKHTI STIS

Salah satu divisi ROHIS, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik

Posted on 27 June 2013, in Edisi Juni 2013 and tagged . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. 1. jika kita ingin mencapai berat badan ideal kita dengan cara yang agak kurang sehat apakah dibenarkan? misal yang kurus makannya dibanyakin sampai gak bisa makan lagi, yang kurus diet karbohidrat dan banyak puasa, hingga badan lemas…
    2. usaha utuk mendapatkan berat badan ideal apakah dapat dikategorikan orang yang kurang bersyukur dengan apa yang telah diperoleh sekarang?

    • 1. Tentu saja tidak bisa dibenarkan ukh, bagaimana kita bisa mendapatkan tubuh sehat bila cara yg kita lakukan tidak sehat? ^^ Ingin berat badan ideal kan berarti kita ingin sehat? Kita gunakan saja cara Rasulullah. Misalnya makan secukupnya, “1/3 perut untuk makanan, 1/3 nya lagi untuk minuman, dan 1/3 sisanya untuk udara.”

      2. Menurut UKHTI, bukan kurang bersyukur. Salah satu cara kita bersyukur kan, kita menjaga tubuh yg sudah diberi Allah. Menjaganya tetap sehat. Mendapatkan berat badan ideal itu salah satu kita mendapatkan tubuh yg sehat, karena overweight ataupun terlalu kurus terkadang menyimpan penyakit. Tapi, tentu saja, mendapatkan berat badan ideal itu harus sesuai dengan cara yg diajarkan Rasulullah, ukh ^^

      Wallahu’alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: