Mandi Haid

 

 

Dari judulnya, pasti sobat ukhti sudah bisa menebak apa yang akan kita bahas, yaitu tentang mandi Haid. Sudah pernah melakukannya kan? ^_^ “Kalau sudah tahu dan sudah bisa, kenapa harus dibahas??” Mungkin ada sobat ukhti yang berfikir demikian. Manusia itu tempatnya lupa,ukh. Jadi memang harus selalu diingatkan. Siapa tahu ada sunnah-sunnah yang sering terlewat. Kalau ada ilmu baru, Alhamdulillah.. Semoga bisa bermanfaat. Langsung saja ya, chek this out !

Rukun mandi

  1. Niat

Sebelum mandi niatkan dulu untuk membersihkan hadas besar. Niat ini tidak harus diucapkan,ukh.

  1. Berkumur dan menyiramkan air ke seluruh tubuh.

Yap.. Rukunnya dua itu aja. Gampang kan?? Tapi sebagai Super Muslimah, kita perlu super juga dalam beribadah (tentunya sesuai dengan apa yang diajarkan Rasul), yaitu dengan menambah amalan-amalan sunnah. Nah, berikut ini hal-hal yang disunnahkan saat mandi:

  1. Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali
  2. Membasuh kemaluan
  3. Berwudhu secara sempurna seperti hendak melakukan shalat
  4. Menyiramkan air ke kepala sebanyak tiga kali disertai penyelaan terhadap rambut.
  5. Mengguyur air ke seluruh tubuh, dimulai dari setengah bagian sebelah kanan dan kemudian setengah bagian sebelah kiri.
  6. Membasuh kedua ketiak, pusar, dan kedua lutut (karena daerah tersebut sering terlewat oleh air).
  7. Membawa kapas atau potongan kain yang sudah diberi parfum untuk mengusap tempat keluarnya darah. Seperti sabda Rasul “ Hendaklah salah seorang diantara kalian mengambil daun bidara dan air kemudian bersuci dengannya sebaik mungkin. Setelah itu menyiramkan air ke kepala, dan memijitnya dengan kuat, sehingga meresap sampai ke kulit kepala. Lalu menyiramkan air ke seluruh tubuhnya dan setelah itu mengambil potongan kain yang diberi parfum. Kemudian mempergunakannya untuk bersuci.” (HR. Muslim)

Hmm… hal-hal yang kita anggap sepele ternyata berpahala juga ya?? Setelah rukun dan sunnah ada hal-hal yang perlu diperhatikan saat mandi, kalau perlu diberi garis merah atau stabilo. Hal-hal ini dimakruhkan (sebaiknya kita hindari), yaitu :

  1. Mandi di tempat yang bernajis. Takutnya ntar najisnya nempel.
  2. Mandi di air yang tidak mengalir
  3. Diwajibkan mandi di balik tabir. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, “ Sesungguhnya Allah Maha Malu dan Dia sangat mencintai rasa malu. Oleh karena itu, apabila salah seorang di antara kalian mandi, maka hendaklah menutup diri dari pandangan orang lain. Kalau pun mandi di kamar mandi, hendaknya kita tetap menggunakan pelapis untuk kita, malu kan sama Allah dan malaikat-Nya ^_^
  4. Berlebihan dalam menggunakan air.

Cukup jelas? Mungkin setelah mandi, baru kita tahu ada bagian tubuh yang tidak terkena air. Terus gimana donk? Apa harus mandi lagi? Ga ko, ukh. Seperti yang diceritakan oleh Ali bin Abi Thalib “ Ada seseorang datang kepada Nabi seraya berkata: Sesungguhnya aku telah mandi jenabat dan mengerjakan shalat. Kemudian aku menerangi diriku dan ternyata masih melihat ada bagian tubuh –sebesar kuku- yang tidak terkena air. Maka Rasulullah menjawab: Seandainya kamu mengusapnya dengan air, maka itu sudah cukup bagimu. “ (HR Ibnu Majah).

Yap.. Semoga semakin menyempurnakan ibadah kita ^_^

About UKHTI STIS

Salah satu divisi ROHIS, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik

Posted on 9 October 2010, in Edisi III 2010 and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: