Ketika Dilanda Cemburu

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu cemburu dan orang mukmin itu (juga) cemburu. Dan kecemburuan Allah itu adalah apabila seorang mukmin melakukan apa yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim)

Dan tatkala terjadi gerhana matahari, didalam khutbahnya beliau bersabda:
Wahai ummat Muhammad, tidak ada seorangpun yang lebih cemburu daripada Allah.” (HR. Bukhari – Muslim)

Nah dari beberapa hadits diatas, kita bisa lihat betapa pencemburunya Allah.swt. Apa lagi saat kita mengutamakan makhluk lain selain diriNya saaat kita lalai dan melupakan perintahNya. Bahkan Allah.swt saja pencemburu bagaimana dengan kita, Ukh? Tidakkah kita cemburu pada mereka, orang-orang sahih yang kehidupan akhiratnya dijamin Allah surga bagi mereka. Para sahabat dan sahabiyah nabi yang begitu taatnya melaksanakan amalan-amalan yang diperintahkan.

Cemburu dalam bahasa Arab ‘ghirah’ dan dalam bahasa Inggris disebut jealous merupakan gejala fitrah, wajar dan alamiah dari seseorang sebagai rasa cinta, sayang dan saling memiliki, melindungi (proteksi) dan peduli. Cemburunya Sang Maha Pecinta karena sayang dan cintanya Allah.swt pada kita ummatnya. Rasa cemburu seorang anak kecil yang selalu menuntun perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Cemburu adalah fitrah tapi jika berlebihan dan negatif bisa memicu pada kerusakan karena hanya sekedar hawa nafsu.

Selain itu Alquran juga pencemburu. Syaikh Muhammad Jibril, salah satu ulama Al-Qur’an asal Mesir mengatakan, “Al-Qur’an itu Pencemburu. Kecemburuannya itu adalah ketika seseorang meninggalkan Al-Qur’an satu hari, maka Al-Qur’an akan meninggalkan selama satu minggu. Ketika seseorang meninggalkan Al-Qur’an satu minggu, maka Al-Qur’an akan meninggalkannya selama Satu Bulan.”  Tidakkah timbul rasa cemburu kita saat melihat orang lain bisa mengalunkan ayat-ayat Alquran dengan  indah setiap pagi ataupun petang. Rasa cemburu pada anak-anak kecil yang dengan giatnya belajar mengaji setiap sore, dimulai dari a,ba,ta sedangkan kita mulai sibuk dengan urusan-urusan lainnya dan mulai melupakan Alquran.

Ukhtifillah, Betapa besar kecemburuan yang kita terima, Alquran, Rasulullah bahkan Allah.swt yang memiliki semua keagungan cemburu pada kita. Coba kita renungkan mungkin selama ini sangat rendah rasa cemburu itu sehingga hati kita tidak tersentuh dengan hal-hal yang harusnya kita cemburui  padahal kita perempuan dikaruniai perasaan yang halus dan lembut, mudah tersentuh sangat perasa dan menjadikan kita kadang terlalu cepat cemburu terhadap sesuatu tapi kadang salah menempatkan rasa cemburu itu sehingga melakukan banyak prilaku yang benar-benar membuat Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Al-Qur’an cemburu dan kita tidak merasakan itu.

About UKHTI STIS

Salah satu divisi ROHIS, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik

Posted on 9 October 2010, in Edisi IV 2010 and tagged . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Aslm.. Afwan ambil referensi dr mana ya klo cemburu dalam bahasa Arab ‘ghoirah’? syukron..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: