Betapa Sejuk Kudengar Kata Maaf Itu, Saudaraku

Assalamu’alaikum saudari seperjuanganku….. semoga tetap dalam keadaan sehat walafiat dan bagi yang sedang sakit dihapuskan dosanya dan segera disembuhkan dari penyakitnya, amin………

Pada edisi UKHTI kali ini, kita mau ngobrolin tentang “SEJUKNYA KATA MAAF”. Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan kata “MAAF” itu, apalagi hampir setiap hari kita mendengarkan kata itu. Ternyata meminta maaf dan memaafkan itu sangat dicintai Allah, Allah saja Maha Pengampun, masa kita yang hanya ciptaan-Nya saja ga mau memaafkan orang lain?

Ukhtiku yang semakin dicintai Allah, insya Allah…

Kalau orang bilang “Minta maaf aja mah gampang!”, ga juga loh ternyata. Ternyata maaf itu ada macem-macemnya loh. Udah kaya buah-buahan aja yak bermacam-macam..hehe ^.^. Apa aja sih? Yuk kita lanjut  bacanya….yuk………..

  1. Maaf di lisan tak di hati

Jenis maaf yang satu ini mudah koq buat dimengerti. Maaf di lisan tapi tak di hati, apa ya ukhti maksudnya? Ya benar, maaf yang satu ini artinya kita memang benar sudah mengucapkan maaf (meminta maaf) kepada orang lain tapi hati kita sebenarnya belum meminta maaf secara tulus. Nah, maaf jenis ini hanya didasari karena orientasi manusia semata. Maksudnya, kita minta maaf tapi hati kita mengatakan “ Ngapain juga aku minta maaf, kan aku ga salah, dianya aja yang sensitif? Tapi yaudahlah, daripada tambah ribet, aku minta maaf aja deh”. Wah, kalau begitu ceritanya, UKHTI ga ikutan ah….hehe bercanda. Jadi, kalau memang kita ga merasa bersalah padahal orang lain merasa kita bersalah, yang seharusnya kita lakukan adalah mengintrospeksi diri kita dan mengatakan pada diri kita kaya gini nih…”Wah, ternyata menurut dia aku yang salah, hmm…..mungkin memang benar aku yang salah, akunya aja kali ya yang ga sadar, Ya Allah…maafkan aku Ya Allah atas kekhilafan ini. Sekarang aku harus minta maaf ah ke dia, semoga aja dia mau memafkanku, hhff..Bismillaahirrohmaanirrohiim..”

Aduh aduh… indah nian jika semua orang seperti itu…UKHTI jadi mau belajar kaya gitu ah…hehe….

 

  1. Maaf di hati tak di lisan

Nah, kalau jenis maaf yang satu ini artinya ketika kita melakukan kesalahan kita menyadarinya, atau ketika kita diberitahu orang lain bahwa kita bersalah maka hati kita mau menerimanya, menerima bahwa memang kita bersalah. Namun, kita ga berani untuk meminta maaf kepada orang yang kita zalimi atau kita ga berniat meminta maaf kepadanya. Nah, maaf jenis ini juga kurang baik ya Ukhti…kenapa? Karena kita hanya menyadari bahwa kita telah melakukan kesalahan namun tidak menindaklanjutinya dengan meminta maaf.. Kan kalau begitu jadinya sama aja boong…inget ga Ukhti, kalau kita punya salah sama orang lain, maka dosa kita akan tetap ada selama dia belum memaafkan kita. Nah loh…serem ga tuh kalau kita seharusnya masuk surga tapi karena dia belum memaafkan kita, jadinya kita harus dipertemukan dengannya di akhirat nanti, istilahnya ya penyelesaian sengketa gitu deh…hihihi serem….. iya kalau dia mau maafin kita, nah kalau kagak, berabe dah kita!hehe…..

Kesimpulan untuk maaf jenis ini adalah jika kita sudah menyadari bahwa kita bersalah, hendaknya kita langsung meminta maaf kepada orang yang bersangkutan, jangan ditunda-tunda lagi ya…. takutnya kita belum sempet minta maaf eh kita udah dipanggil Allah duluan (meninggal) atau malah dianya yang duluan… ih ngebayanginnya aja serem. Ayo, ayo…. cepet-cepet yuk kita minta maaf. ^.^

 

  1. Maaf di hati juga di lisan

Nah, ini nih jenis maaf yang paling berkualitas, udah sadar kalau kita bersalah juga sadar mau langsung meminta maaf dengan tulus ke orang yang bersangkutan. Indah banget kali ya kalau hidup ini penuh dengan orang yang saling mengingatkan, meminta maaf dan memaafkan… Wah, kalau kita ketemu sama orang-orang jenis ini maka akan sangat mungkin hidup kita akan lebih damai, tenang dan penuh berkah, amin…

Ayo…siapa mau jadi orang yang pandai bermuhasabah dan meminta maaf untuk kesalahannya? Niscaya hidupnya akan dikelilingi rahmat dari-Nya, amin…

 

Saudariku…. mengapa meminta maaf dan memaafkan menjadi hal yang sangat dianjurkan dalam Islam. Mengapa ? Alasannya adalah antara lain:

  1. Bisa membuat hati menjadi lebih tenang,
  2. Tidak menimbulkan keributan dan perselisihan yang berkepanjangan,
  3. Tetap terjalin ukhuwah Islamiyah yang erat,
  4. Membuat orang sadar akan kesalahan-kesalahannya sehingga diharapkan tidak akan melakukannya lagi,
  5. Menjadikan diri menjadi pribadi yang lebih bersih hatinya, dan
  6. Memaafkan dan meminta maaf bisa menggugurkan dosa orang yang melakukan kesalahan pada diri kita dan juga memberikan kemuliaan bagi yang memaafkan. (wallaahu alam)

 

Oiya, maaf yang di atas tadi kan kayaknya hanya berorientasi pada sesama manusia. Nah kalau hubungannya antara manusia dengan Allah gimana? Sobat UKHTI, tentunya kita tahu dan sadar bahwa hidup kita sebagai manusia tidak akan pernah luput dari dosa. Dosa-dosa tersebut akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah azzawajalla. Tak takutkah kita saat semua anggota tubuh kita bersaksi atas semua dosa yang telah kita perbuat selama ini? Segeralah memohon ampunan pada Allah Yang Maha Pengampun dengan penuh ketulusan dan penyesalan.

 

Sobat UKHTI yang semakin memukau imannya…amin…

Urgensi kata maaf sangatlah penting bagi terciptanya kehidupan yang damai dan tenteram. Untuk itulah, sebagai umat muslim kita diajarkan untuk meminta dan memberi maaf kepada orang lain. Itu mengapa ada hari yang terkenal sebagai hari untuk saling bermaaf-maafan. Hari apakah itu? Ya semua dari kita juga tau kalau hari itu adalah Hari Raya Idul Fitri. Upps… tapi bukan hanya di hari itu aja koq kita bisa bermaaf-maafan, setiap hari juga kita seharusnya bisa saling memaafkan dan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang disengaja ataupun tidak disengaja.

Janganlah ragu untuk meminta maaf walaupun telah melakukan kesalahan yang sama berulang kali. Kesalahan ya tetap kesalahan, harus diakui dan harus meminta maaf. Terserah orang lain mau menerima atau tidak, kita serahkan semua kepada Allah Yang Maha Bijaksana.

 

Ukhtiku sayang….. Tentu jelas keuntungan yang akan kita peroleh apabila kita mengakui kesalahan dan meminta maaf, oleh karena itu, kenapa tidak dari sekarang kita belajar untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf? Toh dari kesalahan yang kita perbuat,kita bisa belajar lebih jauh agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi dan membangun image diri sebagai orang yang penuh harga diri, jujur dan tidak sombong. Amin…. Terakhir dari UKHTI, andaikan suatu saat ada orang lain yang berkata, “ Wahai saudariku, aku meminta maaf padamu atas lisanku yang tak terjaga juga sikapku yang tak kau suka, sungguh aku meminta maaf padamu dengan sepenuh hatiku…maafkanlah aku…” maka jawablah dengan setulus-tulusnya hati yang engkau miliki, “ Duhai Saudariku, betapa sejuk kudengar kata maaf itu,  sesungguhnya akupun telah memaafkan semua kesalahanmu padaku maka terimalah pemberian maaf dariku”.  _dw_

 

About UKHTI STIS

Salah satu divisi ROHIS, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik

Posted on 9 October 2010, in Edisi V 2010 and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: