Berhenti Mengeluh

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas semua nikmat yang diberikan. Dan tak lupa juga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Rasulullah SAW. Apa kabar sobat ukhti semua? Sehat semua kan? Bertemu lagi dengan Ukhti edisi ketiga ini dengan tema “berhenti mengeluh”.

Sobat Ukhti, saat ini kita sudah memasuki semester genap. Masih ingat dong gimana semester ganjil yang baru saja kita lalui. Sebagian dari kita mungkin ada yang merasa puas dengan hasil yang kita dapatkan. Dan mungkin ada sebagian lagi dari kita yang selalu merasa kurang serta mengeluhkan kenapa hasilnya demikian. Mari kita sama-sama menyimak potongan ayat berikut, QS. At Taghabun :3

“Allah telah menciptakanmu dengan bentuk yang paling bagus”

Dari ayat tersebut sudah jelas bahwa Allah SWT menciptakan manusia (-mu dalam ayat tersebut untuk manusia) dalam keadaan yang paling bagus. Karena tugas manusia sebagai khalifah di bumi, sudah sepantasnya bila manusia itu makhluk yang paling sempurna jika dibandingkan dengan yang lain. Manusia mempunyai akal untuk berpikir, hati untuk merasa, dan kelebihan-kelebihan yang akhluk ciptaanNya yang lain tidak punya.

Lalu, mengapa kita masih saja mengeluh? Berbicara mengenai mengeluh, ada beberapa hal yang pantas untuk direnungkan.

  1. Mengeluh hanya membuang waktu

Sobat Ukhti, ketika kita mengeluh, berapa lama waktu yang kita buang secara percuma hanya untuk menggerutu mengenai hal yang sudah terjadi? Alangkah baiknya bila kita bisa memanajemen waktu kita untuk hal-hal positif seperti belajar, mengaji atau kegiatan lain yang lebih bermanfaat daripada mengeluh. Seperti pepatah, waktu itu ibarat pedang. Jika digunakan dengan baik maka akan berguna dan jika disalahgunakan maka hanya kan mendatangkan musibah.

  1. Tidak ada yang berubah setelah mengeluh

Misalnya saja, mengeluhkan nilai UAS yang sudah lewat. Apa dengan mengeluh kita bisa mengubah nilai UAS kita menjadi lebih baik? Jawabannya tidak. Itulah hasil usaha kita. Nasi telah menjadi bubur, tugas kita selanjutnya adalah mengubah bubur tersebut agar punya nilai jual yang lebih dibandingkan nasi, bukan malah membiarkannya (apalagi mengeluh).

  1. Mengeluh hanya akan menambah beban

Semakin sering kita mengeluh, semakin berat pula beban pikiran kita. Kita hanya akan menjadi terbebani dengan keluhan-keluhan yang bisa menghambat kita untuk maju. Dan mengeluh itu bisa menyebabkan depresi yang tidak baik untuk kesehatan kita.

  1. Mengeluh itu berarti tidak mensyukuri nikmatNya

Seperti dalam firmanNya di QS. Ar Rahman:13 “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Subhanallah,begitu banyak nikmat dari Allah SWT yang diberikan kepada hambaNya. Sobat Ukhti, masih banyak saudara-saudara kita yang hidup jauh lebih menderita daripada kita. Bersyukurlah kita masih diberikan nikmat Allah seperti sekarang.

Di dalam Al-Qur’an QS.Ath-Thalaq:2 menyebutkan “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, maka akan diberikan kepadanya jalan keluar.” Nah, Sobat Ukhti sudah jelas kan bahwa mengeluh itu bukan jalan keluar yang baik. Kita sebagai muslimah hendaknya selalu mengingat Allah SWT dalam keadaan apa pun. Hanya kepada Allah SWT saja kita pantas untuk mengadukan keluhan-keluhan kita. Memohonlah kepadaNya agar selalu diberi kemudahan. Dan jangan lupa berhenti mengeluh, cobalah untuk belajar bersyukur. Insyaallah, hidup kita akan terasa lebih menyenangkan ketika kita memandang dunia dari sisi yang positif. Tetap semangat Ukhti J

About UKHTI STIS

Salah satu divisi ROHIS, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik

Posted on 9 October 2010, in Edisi III 2010 and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: