Gajah Way Kambas


Seorang petani di Lampung menemukan seekor anak gajah di kebunnya. Ternyata anak gajah ini tertinggal dari induk dan kumpulannya. Anak gajah itupun diambil dan dirawat dengan baik oleh petani. Namun, karena tidak memiliki kandang yang memadai, anak gajah ini diikat di sebatang bambu kecil dengan rantai yang tidak terlalu besar.

Hari demi hari anak gajah semakin tumbuh dan nalurinya untuk bebas pun semakin besar. Setiap hari anak gajah mencoba menghentakkan kakinya untuk lepas dari rantai. Tetap tidak bisa, bahkan beberapa bagian kakinya lecet. Lama-kelamaan keinginan untuk melepaskan diri dari ikatan pun mengendur dan akhirnya si anak gajah menyerah.

Satu hal yang menarik, setelah gajah dewasa dan memiliki taring cukup panjang, dia tetap terikat pada sebatang bambu kecil seperti ketika ia masih ditangkap dulu. Padahal, menurut logika, sederhana saja, dengan sekali hentakan saja rantai tersebut sebenarnya bisa lepas. Mengapa tidak dilakukan sang gajah? Karena di dalam benaknya dia sudah merasa gagal dan tidak mungkin bisa melakukan lagi.

Ukhti, segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika kita yakin dengan kemampuan kita. Begitu pula dalam menuntut ilmu. Tidak ada ilmu yang tidak bisa dipelajari jika kita sungguh-sungguh mempelajarinya. So, tetep semangat menjalani hidup ini,ukhti ^_^ hamasah !!!

About UKHTI STIS

Salah satu divisi ROHIS, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik

Posted on 8 October 2010, in Edisi II 2010 and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: