Have You Done The Best

Bismillahirrahmanirrahim….

Alhamdulillah… Segala puji bagi Allah, Rabb semesta Alam yang dengan segala kemurahannya memberikan kesempatan kepada kita untuk menuntut Ilmu di kampus tercinta ini. Udah kampusnya bagus, berkualitas, ga bayar, langsung kerja lagi. Hmmm… Mak nyyuss.. Padahal di luar sana masih banyak saudara-saudara kita yang membayangkan untuk sampai ke perguruan tinggi pun tidak berani karena alasan ekonomi. Tidak sedikit juga lho yang mampu secara ekonomi tapi tidak bisa menikmati bangku perkuliahan, mungkin kecerdasannya kurang, kondisi fisiknya yang kurang bagus, deElEl.. Kalau sobat menganggap itu semua keberuntugan dan kebetulan semata, ‘afwan, mungkin ada yang perlu dikoreksi.  Kehadiran kita di kampus ini bukan kebetulan semata,  tapi merupakan rencana Allah SWT. Ya, kita adalah makhluk-makhluk pilihan-Nya yang diciptakan untuk memperdalam ilmu statistik yang insya Allah berguna untuk umat. Subhanallah, makhluk pilihan, ukh.. Jadi merinding.. Tak lupa shalawat dan salam selalu tercurah kepada tauladan terbaik kita Nabi Muhammad SAW..

HHmm…rasanya ada yang mengganjal. Oiya, gimana UAS nya ^_^ ?? Untuk tingkat 2 dan 4 yang sudah menerima hasilnya, bagus kan??? Untuk tingkat 1 dan 3, jangan pernah lelah untuk berdo’a ya. Bagus atau tidaknya hasil UAS, itulah cermin diri kita. Nilai uas merupakan salah satu refleksi hasil kerja keras (+do’a tentunya) kita selama 1 semester ini. Untuk sobat yang sudah merasa puas dan nilainya bagus, congratulation. Pertahankan hingga puncak nanti, saat kita memakai toga yang mungkin saat ini selalu hadir di setiap mimpi ayah dan ibu kita (orang tua mana yang tidak bangga melihat putrinya jadi sarjana.. lulusan STIS lagi.. uuppss.. ko jadi ujub-sombong-  Astaghfirullah…). Tetap semangat mempelajari mata kuliah mata kuliah selanjutnya ya.., seperti firman Allah :

Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras untuk (untuk urusan yang lain)” {Q.S. Al-Insyirah(94):7}

Untuk sobat ukhti yang merasa belum mendapatkan hasil maksimal, ko bisa?? Ga ngikutin Tips Sukses UAS edisi lalu ya..hehe…b’canda..Laa tahzan, ukh.. Tetap syukuri apa yang kita dapatkan dan bersemangatlah untuk menjadi lebih baik. Jangan sampai kesalahan di UAS kali ini terulang lagi di UAS-UAS mendatang. Introspeksi diri sejenak yuuukk, mungkin sobat ukhti ada yang belum paham tentang hakikat dan keutamaan ilmu yang sebenarnya. Allah SWT berfirman

“Apakah dapat disamakan orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui.” (QS. Az Zumar (39) : 9).

Rasul pun menjelaskan :

“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu maka Allah mudahkan jalannya menuju syurga. Sesungguhnya malaikat akan membuka sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan di atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar, tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian yang paling banyak. “ (HR. Ahmad, abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majjah dan Ibnu Hibban)

Subhanallah…begitu tinggi derajat orang berilmu di sisi Allah. Seperti kata pepatah “No pain, no gain” (tidak ada yang akan kita dapatkan tanpa pengorbanan), maka untuk mencapai kemuliaan ilmu itu pasti ada tantangan yang harus kita hadapi..

  1. Niat yang benar

Sesungguhnya setiap amal dinilai dari niatnya, maka ketika menuntut ilmu kita niatkan untuk ibadah, mencari ridha Allah SWT.  Jangan sampai kita belajar karena ingin terkenal, ingin dipuji, atau ingin2 yang lain yang semakin menjauhkan diri dari ridha Allah. Rasulullah bersabda,”….sesuatu yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah kesyirikan dan syahwat tersembunyi.” (HR. Thabrani). Nah, rasa ingin dipuji merupakan salah satu bentuk syahwat tersembunyi.

  1. Bersungguh-sungguh

Bersungguh-sungguh ini luas sekali cakupannya, salah satunya yaitu disiplin. Uuppss…. Tidak bermaksud menyindir beberapa sobat ukhti yang sering telat datang kuliah ni. Tapi disiplin waktu ini emang urgent bgt. Kalau telat, selain ketinggalan materi, dosen pun menilai kedisiplinan mahasiswanya lho. Jangan sampai kita dikenal sebagai mahasiswi yang suka telat. Malu kan??

  1. Sabar dalam usaha dan do’a

Sesungguhnya ketika kita paham terhadap suatu ilmu,, itu merupakan nikmat yang diberikan oleh Allah. Maka, ketika kita sudah berusaha tetapi belum paham juga,, berarti Allah memang belum memberikan kepahaman kepada kita. Maka tetaplah berusaha dan jangan putus asa. Berdo’anya jagan sampai ketinggalalan ya…

  1. Ihtiram (menghormati guru)
  1. Mengamalkan ilmu

Untuk apa kita belajar kalau tidak diamalkan??  Bahkan Allah pun membenci orang yang tidak mengamalkan ilmunya.

”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan hal yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian Allah bahwa kamu mengatakan apa saja yang tidak kamu kerjakan” (QS.Ash-Shaff : 3)

Oleh karena itu sobat, setiap selesai sholat jangan lupa b’doa “ Ya Allah berilah aku ilmu yang bermanfaat”

  1. Mengajarkan ilmu

Dari cuplikan hadits di atas “Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air.”. Cukup jelas kan keutamaan mengajarkan ilmu. Tidak perlu takut ilmu kita tidak akan berkurang,, justru akan semakin lengket. Ga percaya??? Coba aja.

Dengan 6 hal di atas,, insyaAllah ilmu kita akan berkah.. Aamiin… Kalau semangat kita sedang down, berkumpullah dengan sobat-sobat UKHTI lain yang dapat memberi motivasi dalam menuntut ilmu. Atau resep lain,, ingat kembali perjuangan kita ketika hendak masuk STIS. Sampai inginnya hingga bernadzar (hayo,,jika ada yang nadzar yang belum tertunaikan, segera tunaikan). Ingat juga orang tua dirumah yang do’anya tak pernah berhenti mengalir untuk putri kebanggaannya yang sedang menuntut ilmu di Jakarta. Ingat sobat,, mereka ingin kita menjadi yang terbaik. Selamat Berjuang ^_^

About UKHTI STIS

Salah satu divisi ROHIS, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik

Posted on 8 October 2010, in Edisi II 2010 and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: